MUSLIM TOLIKARA GELAR SHALAT JUMAT PASCA-KERUSUHAN

(Gambar: Jawaban.com)

(Gambar: Jawaban.com)

Jakarta, 9 Syawwal 1436/25 Juli 2015 (MINA) – Kaum Muslimin di Tolikara, Papua, melaksanakan Shalat Jumat di kompleks Koramil Karubaga, Tolikara yang bertepatan dengan sepekan pasca-kerusuhan Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah pada 17 Juli 2015.

Informasi dari Tolikara yang diterima Komite Umat untuk Tolikara (KOMAT) di Jakarta, Jumat, menyebutkan momentum ibadah massal pertama semenjak Idul Fitri yang mencekam itu dilaksanakan mulai pukul 12.05 sampai 12.40 Waktu Indonesia Tengah (WIT).

Bertindak selaku imam dan khatib pada Shalat Jumat yang diikuti 200 orang Muslim Tolikara adalah Ustadz M Zaaf Fadlan Rabbani Al-Garamatan, seorang dai kondang asal Bumi Cendrawasih. Ibadah Shalat Jumat berjalan dengan lancar tanpa gangguan apapun.

Dalam khutbahnya, Ustadz Fadlan menasihati jamaah agar tetap menegakkan prinsip-prinsip Islam dalam seluruh aspek kehidupan. “Mari kita kembali bangun Tolikara dengan damai,” katanya. Seperti yang dilaporkan Antara News yang dikutip Mi’raj Islamic News Ageny (MINA), Sabtu.

Pada sore harinya, Ustadz Fadlan menghadiri rapat pelaksanaan koordinasi seluruh elemen Muslim dan lembaga donatur yang telah berada di lokasi.

Rapat yang bertempat di Koramil Tolikara itu membicarakan detail pembangunan kembali Masjid Baitul Muttaqin Tolikara.

Sementara itu, tokoh Muslim Karubaga sekaligus Imam Masjid Baitul Muttaqin Karubaga, Ustadz Ali Muchtar, menegaskan bahwa pelaksanaan Shalat Jumat tersebut merupakan momentum pengakuan akan keberadaan umat Islam di Karubaga.

Ustadz Ali menyatakan bersyukur atas kedatangan Ustadz Fadlan ke Tolikara bersama tim dari KOMAT yang mempunyai misi mengungkap informasi terkait kerusuhan yang terjadi pada 17 Juli 2015.

Ustadz Fadlan sendiri berasal dari keluarga Muslim Papua yang lahir pada 17 Mei 1969 di Patipi, Fak-fak. Sejak kecil, dia sudah belajar Islam. Ayahnya adalah guru SD yang juga guru mengaji di kampungnya.

Pengetahuan ilmu agamanya kian dalam ketika kuliah dan aktif di berbagai organisasi keagamaan di Makassar dan Jawa. Anak ketiga dari tujuh bersaudara itu akhirnya memilih jalan dakwah serta mendirikan Yayasan Al Fatih Kaaffah Nusantara.

Melalui lembaga sosial dan pembinaan sumber daya manusia itu, Ustadz Fadlan mengenalkan Islam kepada masyarakat di pelosok Papua. Dia pun mengembangkan potensi dan sumber daya yang ada serta mencarikan kesempatan anak-anak setempat untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi di luar Papua. (T/P010/P4)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Tags:

Related Posts

Leave a Reply