PULANGKAN 25 TKW, KBRI DAMASKUS LANJUTKAN REPATRIASI WNI DARI SURIAH

Menlu Retno Marsudi saat menyambut WNI evakuasi Yaman yang mendarat di landasan udara Halim Perdana Kusuma, Senin (13/4)

Menlu Retno Marsudi saat menyambut WNI evakuasi Yaman yang mendarat di landasan udara Halim Perdana Kusuma, Senin (13/4)

Damaskus, 27 Syawal 1436/12 Agustus 2015 (MINA) – KBRI Damaskus kembali merepatriasi sebanyak 25 orang TKW ke Indonesia melalui Beirut-Lebanon pada Selasa (11/8).

Sebanyak 25 TKW tersebut  telah berhasil diperjuangkan dan diselesaikan segala permasalahan hak-haknya. Karena Bandara Damaskus-Suriah dinilai kurang aman, rombongan repatriasi TKW ini akan dipulangkan melalui Beirut-Lebanon dan akan dilanjutkan proses kepulangannya oleh KBRI Beirut, sebagaimana Kemenlu dalam sebuah pernyataan yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Rabu.

Dalam rombongan tersebut, terdapat 5 (lima) orang TKW asal Jawa Barat dan NTB korban perdagangan manusia yang berhasil diselamatkan dan diperjuangkan hak-haknya oleh KBRI Damaskus.

Dengan keberangkatan sebanyak 25 orang TKW ini, berarti KBRI Damaskus telah merepatriasi sebanyak 7.811 orang WNI dari Suriah sejak tahun 2011 silam. Sementara di penampungan sementara (shelter) KBRI Damaskus masih terdapat 50 TKW lagi yang masih diperjuangkan hak-haknya dan diupayakan kepulangannya.

Pelaksana Fungsi Konsuler, Makhya Suminar, mengatakan bahwa misi utama KBRI Damaskus di Suriah adalah perlindungan dan repatriasi WNI. Sejak September 2011, terlebih lagi dengan kondisi keamanan di Suriah yang semakin memburuk, Pemerintah RI telah melakukan moratorium pengiriman tenaga kerja dan melakukan repatriasi terhadap seluruh WNI di Suriah.

Pemerintah RI telah menetapkan bahwa TKW/PLRT yang masuk setelah masa moratorium sejak September 2011 ke Suriah merupakan korban dari perdagangan orang (Tindak Pidana Perdagangan Orang/TPPO).

“Kepada ibu-ibu yang dipulangkan hari ini, hendaklah tidak tergiur iming-iming sponsor atau calo yang memberikan jutaan uang kepada keluarga untuk dikirim kembali. Di Suriah sedang mengalami perang dan pemerintah sudah menghentikan pengiriman tenaga kerja ke sini. Artinya, ibu-ibu semua itu dijual oleh calo ke Suriah,” Makhya memberikan sambutan sebelum melepas kepulangan para buruh migran.

Ditambahkan Pelaksana Fungsi Penerangan Sosbud KBRI Damaskus, AM. Sidqi, salah satu kendala terbesar repatriasi adalah masih terus mengalirkan TKW korban perdagangan manusia masuk ke Suriah kendatipun dalam keadaan perang hingga saat ini. Rata-rata sebanyak 7 (tujuh) orang TKW korban baru perdagangan manusia masuk ke shelter KBRI Damaskus.

Kebanyakan dari mereka berasal dari sindikat gelap penyalur TKW di Indonesia atau operan dari agen TKW asal negara Oman yang telah habis kontraknya. Mereka tidak memiliki skill atau niat untuk bekerja dan sudah seringkali menjadi penghuini shelter KBRI/KJRI di beberapa negara di Timur Tengah. Melihat kondisi seperti ini, maka repatriasi WNI dari Suriah akan sulit dipastikan kapan akan selesai. (L/R04/R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

 

Tags:

Related Posts

Comments are closed.