EKSTRIMIS YAHUDI KIBARKAN BENDERA ISRAEL DI LUAR KOMPLEKS AL-AQSHA

Poto: Maan

(Foto: Ma’an News)

Al-Quds, 24 Syawwal 1436/9 Agustus 2015 (MINA) – Kelompok pemukim ilegal ekstrimis Yahudi Israel, Ahad (9/8) pagi, mengibarkan Bendera Israel di luar kompleks Masjid Al-Aqsha, tepatnya di depan Gerbang Rantai, Kota Al-Quds.

Sekelompok ekstrimis Yahudi ramai berdatangan di luar Gerbang Rantai dan mengibarkan bendera Israel di bawah perlindungan polisi dan petugas kemanan khusus pendudukan Israel, demikian dilaporkan saksi mata yang dikutip Ma’an News dan Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Saksi mata yang merupakan warga pribumi menambahkan, dalam menanggapi hal tersebut jamaah Muslim meneriakkan kalimat takbir “Allahu Akbar,” “Allah Maha Besar.”

Secara terpisah, pada saat yang sama, lebih dari 30 ekstrimis Yahudi berkeliling kompleks kiblat pertama bagi umat islam itu setelah mereka masuk melalui Gerbang Al-Magribah, barat Al-Aqsha. Puluhan jamaah MuslimPalestina berkumpul di sekitar salah satu pengunjung Yahudi untuk mencegahnya melakukan ritual provokatif.

Pekan lalu, kelompok radikal Yahudi mendesak di media sosial para pemukim ilegal Israel  untuk melakukan provokatif di Kota Al-Quds, seperti menyerbu Masjid Al-Aqsha dalam kelompok besar.

Organisasi radikal Yahudi dari Keyakinan Bukit Kuil dan Mahasiswa untuk Kuil menyerukan para pemukim ilegal ekstrimis Yahudi Israel menggelar pawai menuju gerbang Masjid Al-Aqsha sejak Ahad (9/8) pukul 8:00 waktu setempat dengan membawa bendera Israel.

Penyelenggara mengklaim mereka mengharapkan partisipasi luas dalam pawai, yang kata mereka datang dalam protes terhadap penghapusan kedaulatan Arab di Masjid Al-Aqsha dan panggilan untuk menggantinya dengan kedaulatan Yahudi.

Sebaliknya, para aktivis Arab menyebutkan melalui situs jejaring sosial untuk meningkatkan kehadiran di Masjid Al-Aqsha dalam beberapa hari mendatang, terutama pada Ahad ini, demikian Middle East Monitor (MEMO) melaporkan.(T/nda/R05)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Tags:

Related Posts

Leave a Reply