Direktur CSIL: Perjuangan Islam Diwarnai Dengan Bersatu

Jakarta, 26 Muharram 1438/27 Oktober 2016 (MINA) – Direktur Pusat Kajian CSIL (Center of Study for Indonesia Leadership), Prof Jawahir Thontowi mengatakan, perjuangan umat Islam sejak masa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam selalu diwarnai dengan bersatunya umat Islam.

Hal itu disampaikannya di hadapan puluhan ulama dan rektor Perguruan Tinggi Islam (PTI) yang hadir pada acara Konsolidasi dan Mudzakarah Ulama, Pimpinan Ormas, dan Rektor PTI se-Jawa di Aula Buya Hamka, Masjid Agung Al-Azhar Pusat, Jakarta, Kamis (27/10).

“Saat ini sedang terjadi fitnah. Wajib bagi kita semua untuk terus berjuang. Namun, dalam perjuangan tidak mungkin akan tercapai sebuah tujuan apabila umat Islam tidak bersatu dalam jamaah. Jamaah umat Islam penting untuk menghidupkan sebuah perjuangan sejati,” kata Thontowi.

Thontowi mengingatkan, perjuangan kaum Muslimin dalam melakukan aksi bela agama di Masjid Istiqlal menuju Istana Negara pada 4 November mendatang jangan sampai sia-sia. Jika perjuangan di Istiqlal disamakan seperti pawai dan demo di kebanyakan tempat, maka tidak perlu berkumpul di Masjid Istiqlal.

“Jangan sampai perjuangan ini seperti aksi pawai dan demo. Kalau hanya sekedar pawai dan demo, bisa dilakukan di wilayah masing-masing,” kata dia.

Namun demikian, Thontowi menegaskan dukungannya terkait aksi tersebut. Menurutnya, membela agama dari para penistaan agama adalah sebuah kewajiban. Thontowi menegaskan, penistaan agama sudah masuk dalam kategori pelanggaran pidana, pelanggaran kebebasan beragama dan pelanggaran umum.

“Dalam pasal UUD 1945 kan sudah jelas dinyatakan bahwa agama dihormati di Indonesia. Jadi kalau ada pihak yang dengan sengaja maupun tidak sengaja menistakan agama, jelas dia telah melakukan tiga pelanggaran sekaligus,” ujar dia.

Konsolidasi dan Mudzakarah Ulama, Pimpinan Ormas, dan Rektor PTI yang diselenggarakan CSIL bekerjasama dengan sejumlah Ormas Islam dimaksudkan untuk meneguhkan langkah dan perjuangan kaum Muslimin dalam menghadapi pihak yang telah melakukan penistaan agama. (L/P011/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Tags:

Related Posts

Comments are closed.