Wawancara MINA Seputar Pusat Terjemah Al-Azhar

Berbincang Seputar Pendirian Pusat Terjemah Divisi Bahasa Indonesia di Al-Azhar Mesir

Universitas Al-Azhar Mesir. Foto: ilustrasi

 

Gebrakan baru yang dilakukan Grand Syekh Al-Azhar Mesir Syekh Prof. Dr. Ahmad Thayyib MA adalah membuka Pusat Terjemah Al-Azhar yang baru saja diresmikan pada akhir tahun 2016. Program ini menerjemahkan buku-buku dari Ulama Al-Azhar ke dalam berbagai bahasa asing untuk menyebarkan dakwah melalui tulisan, termasuk salah satunya diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.  Selain bahasa ini, Pusat Terjemah Al-Azhar juga memiliki berbagai divisi bahasa asing diantaranya; Inggris, Perancis, Jerman, Spanyol, Urdu, Persia, Turki, Yunani, Pashto dan Ibrani.

Sebagai langkah awal, Al-Azhar Mesir mengadakan beberapa pameran buku yang telah diterjemahkan untuk diseminarkan di Internasional Book Fair 2017. Salah satunya buku yang sudah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia.

Untuk mengenal Pusat Terjemah Al-Azhar lebih lengkap, Suara PPMI dan juga kontributor Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Kairo, Defri Ramadhani, berbincang dengan salah seorang anggota u tim pengkaji Pusat Terjemah Al-Azhar Divisi Bahasa Indonesia Ustadz MS Yusuf Al-Amin, Lc. Berikut petikan wawancaranya :

Defri: Apa awal yang melatarbelakangi berdirinya Pusat Terjemah Al-Azhar?

Yusuf: Adalah keinginan dari Grand Syekh Al-Azhar untuk senantiasa membuat hal yang baru dalam tubuh Al-Azhar, dan keinginan untuk menyebarkan ajaran Islam ke seluruh penjuru dunia dengan berbagai bahasa non-Arab melalui karya-karya terjemahan, sehingga karya tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat manca negara untuk terus mengetahui ajaran Islam yang sesungguhnya.

Defri: Sejak kapan pelaksanaan Terjemah Al-Azhar dan terdiri dari siapa saja dalam timnya?

Yusuf: Perumusan terjemah Al-Azhar sudah semenjak awal tahun 2016 yang lalu, tapi Pusat Terjemah Al-Azhar baru benar-benar aktif mulai menerjemahkan dan menggarap proyek pertamanya sejak tanggal 3 Oktober 2016. Adapun tim Al-Azhar terdiri dari penerjemah yang berpengalaman yang tsaat ini terdapat 11 bahasa. Masing-masing bahasa terdiri dari 5 hingga 7 orang. Dan ditambah deengan beberapa orang di bagian tata-usaha, administrasi dan desainer grafis.

Defri: Siapa saja tim penerjemah untuk divisi Bahasa Indonesia?

Yusuf: Untuk divisi Bahasa Indonesia, tim kami terdiri dari 5 orang, yaitu MS Yusuf Al-Amin, Lc, Muhammad Anas Azizy Lc, Muhammad Ma’sum, Lc, Yahya Ibrahim, Lc, dan Falahuddin Nur Halim, Lc

Defri: Apa saja yang dilakukan Pusat Terjemah Al-Azhar ini?

Yusuf: Perlu diketahui Pusat Terjemah Al-Azhar secara resmi telah didirikan dengan surat keputusan Grand Syekh Al-Azhar no 49 Tahun 2016. Tujuannya guna memberikan layanan kepada seluruh sektor yang berada di bawah naungan Al-Azhar. Mulai dari kantor Grand Syekh Al-Azhar (Masyikhah), Universitas, Forum-forum keilmuan (Ruwaq), Lembaga Riset Islam (Majma’ Al-Buuts Al-Islamiyah) dan mahad Al-Azhar dalam segala hal yang berkaitan dengan terjemah legal ke berbagai bahasa, serta untuk mewujudkan target-target dan visi misi berikut ini:

Pertama, menerjemahkan karya, riset dan studi terbaik yang dapat memberikan kemaslahatan umum ke dalam beberapa bahasa yang telah ditentukan oleh Dewan Ulama Senior (Hai’ah Kibar Al-‘Ulama’).

Kedua, menerjemahkan berbagai karangan dan studi berkualitas yang ditulis dengan bahasa asing tentang Islam ke dalam Bahasa Arab.

Ketiga, terjemah langsung dalam berbagai seminar dan konferensi (event) yang diselenggarakan oleh Al-Azhar atau sektor yang berafiliasi di bawahnya.

Keempat, mempelajari karya-karya terjemah modern dan kontemporer dari makna Al-Qur’an di setiap bahasa, kemudian memilih yang terbaik diantaranya yang layak  dijadikan pedoman bagi kaum muslimin, sekaligus menerbitkannya.

Kelima, menerjemahkan Hadist Nabawi ke berbagai bahasa, melakukan studi terhadap karya terjemah yang telah dihasilkan di bidang ini, meninjau ulang kebenarannya, sekaligus mempubikasikannya kembali agar dapat bermanfaat bagi kaum muslimin.

Keenam,  menerjemahkan berbagai riset dan studi ilmiah yang membahas permasalahan masyarakat muslim Non-Arab dan mempersiapkannya melalui unit-unit Al-Azhar di bidang ini.

Ketujuh, menerjemahkan khutbah Jum’at yang membahas problematika masyarakat muslim non-Arab dan mempersiapkannya melalui unit-unit Al-Azhar di bidang ini.

Kedelapan, menerjemahkan materi-materi perfilman yang mengenalkan Islam dengan cara yang menarik dan maju yang dipersiapkan oleh unit-unit Al-Azhar di bidang ini.

Kesembilan, mengadakan latihan terjemah tulis. Kesepuluh, mengadakan pelatihan terjemah langsung. Kesebelas, menerbitkan jurnal keilmuan bermutu yang menggambarkan identitas Pusat Terjemah dan spesialisasinya. Keduabelas, mengadakan  pelatihan untuk meningkatkan keahlian profesi, kebudayaan, dan keilmuan bagi pegawai Pusat Terjemah.

Defri: Harapan dan manfaat yang diberikan Pusat Terjemah Al-Azhar untuk ke depannya?

Yusuf: Kami  ingin agar setiap negara mengenal ajaran Islam yang sebenar-benarnya, yaitu Islam yang tidak diselewengkan maupun ajaran Islam yang disalahartikan. Kami juga ingin memberikan manfaat dengan memberikan akses kemudahan dalam memahami arahan dan petunjuk terhadap Islam, dan masyarakat di setiap negara dapat meraih sumber-sumber ajaran Islam dengan sebenarnya, yaitu Islam yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah.

Dalam Hiwar Al-Yaum, 6/2 Dr. Yusuf Amir selaku Direktur Pusat Terjemah Al-Azhar menyampaikan tujuan program ini untuk mengenalkan di setiap luar negeri keilmuan dan karya-karya Ulama Al-Azhar yang menjadi pondasi dasar dalam memahami ajaran agama Islam yang Non-Arab baik muslim maupun Non-Muslim. Dan mengenalkan terjemah ini menjadi bahasa penyempurna tentang pengajaran Islam bagi bahasa yang lain.

Untuk itu, pihak Pusat Terjemah Al-Azhar bekerjasama dengan Menteri Luar Negeri beberapa negara sahabat dengan  membuat MoU guna menyebarkan risalah ini dalam terjemahan dalam bahasa lain.

Dan rencananya, Pusat Terjemah juga akan  menambah fasilitas bahasa dengan Bahasa-bahasa  seperti  Cina, Rusia, Italia, Jepang dan Swahili yang digunakan oleh mayoritas orang Afrika.

Pusat Terjemah Al-Azhar saat ini mempersembahkan karya terjemah pertamannya melalui Seri “Hakikat Islam” yang mencakup buku-buku pengenalan tentang dasar-dasar Islam, kedudukan manusia dalam Islam, dan komitmen islam untuk mengokohkan nilai-nilai yang dapat meninggikan nilai manusia, menjelaskan cara yang ideal dalam berinteraksi dengan hewan, tumbuhan dan benda-benda tak bernyawa. Sebagaimana seri ini menjelaskan tentang prinsip-prinsip Islam dalam pembelaan seorang muslim atas dirinya saat mendapatkan serangan atau perang dan mengharuskan dirinya untuk menjaga prinsip-prinsip kemanusiaan, serta melestarikan alam semesta, bukan merusaknya.

Di antara buku yang masuk dalam seri ini adalah: “Pilar-Pilar Islam” karya Grand Syaikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Al-Thayyib, “Manusia dan Norma dalam Perfektif Islam” karya Prof. Dr. Mahmud Hamdi Zaqzuq mantan Menteri Wakaf Mesir, “Teori Perang dalam Islam” karya Syaikh Abu Zahrah dan “Nabi Islam dalam pandangan Pemikiran Barat” karya Prof. Dr. Izzudin Faraj.

Pusat Terjemah Al-Azhar senantiasa membuka ruang komunikasi bagi para pembaca untuk memberikan komentar dan pendapat, mengoreksi kesalahan bahasa, percetakan atau semacamnya. Kami bermohon kepada Allah agar terjemahan-terjemahan ini menjadi dasar yang baik dalam menetapkan kehidupan kemanusiaan yang dapat meningkatkan hakikat manusia di seluruh tempat dan setiap saat, dan bekerja untuk melestarikan bumi dengan cara yang layak bagi manusia.(RE1/P1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments are closed.