Ashrawi: Resolusi Badan PBB, ECOSOC, Kemenangan Bagi Perempuan Palestina

Ramallah, 15 Ramadhan 1438/ 10 Juni 2017 (MINA) – Anggota Eksekutif Organisasi Palestina (PLO) Hanan Ashrawi pada Sabtu (10/6) menyambut baik  resolusi Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (ECOSOC) merupakan bentuk kemenangan bagi perempuan Palestina.

Resolusi tersebut berjudul, “Situasi dan Bantuan untuk Wanita Palestina,” yang direkomendasikan oleh Komisi Status Perempuan dalam sesi 61 lalu, demikian Wafa yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

“Atas nama kepemimpinan Palestina dan rakyat Palestina, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para anggota ECOSOC karena telah memilih secara luas untuk mendukung rancangan resolusi terhadap perempuan Palestina pada 7/6 yang menegaskan bahwa ‘pendudukan Israel menjadi hambatan utama bagi wanita Palestina.

Ia menambahkan, pihaknya juga menuntut Israel agar mematuhi sepenuhnya hukum dan konvensi internasional untuk melindungi hak-hak perempuan Palestina dan keluarga mereka.

“Israel juga agar memfasilitasi kembalinya semua pengungsi, khususnya perempuan Palestina dan anak-anak ke rumah dan properti mereka,” kata Ashrawi dalam sebuah pernyataan.

Selain itu, resolusi tersebut mendesak masyarakat internasional untuk mengintensifkan langkah-langkahnya memperbaiki kondisi sulit yang dihadapi oleh wanita Palestina dan keluarga mereka yang tinggal di bawah pendudukan Israel.

“Kami juga memberikan penghormatan kepada Komisi untuk Status Perempuan, kelompok wanita dan organisasi wanita internasional dan organisasi HAM dan institusi masyarakat sipil di Palestina, yang tanpa kenal lelah bekerja untuk mempromosikan pemberdayaan perempuan dan anak perempuan Palestina dan untuk menjaga Perjuangan hak perempuan Palestina,” tambahnya.

Resolusi menekankan pentingnya upaya untuk meningkatkan peran perempuan dalam pengambilan keputusan berkaitan dengan pencegahan dan resolusi konfli dalam upaya pencapaian perdamaian dan keamanan.

Dalam pernyataan itu Asrawi menyerukan, peremajaan dan revitalisasi sistem politik Palestina untuk mendukung partisipasi yang sama dalam pengambilan keputusan di semua tingkat dan untuk memasukkan lebih banyak perempuan di pemerintah lokal dan nasional.

Ashrawi juga menekankan, perempuan seharusnya tidak kehilangan hak mereka atas penentuan nasib sendiri, martabat, dan undang-undang yang adil bagi perempuan.

Pejabat PLO itu mengecam keputusan Amerika Serikat dan Australia yang  memberikan suara menentang resolusi tersebut:

“Dengan memberikan suara menentang resolusi ini, AS dan Australia memberikan suara menentang wanita Palestina. Sangat munafik walaupun kedua negara mengklaim memperjuangkan HAM dan hak-hak perempuan untuk semua, mereka gagal untuk melindungi HAM fundamental dan kebebasan warga Palestina,” ujarnya. (T/R10/RS2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Tags:

Related Posts

Comments are closed.