Azab Terhadap Kaum Yahudi Kajian Al-A’raf 167

Oleh: Ali Farkhan Tsani, Redaktur Senior MINA

Allah menyebutklan di dalam Surat Al-A’raf ayat 167::

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكَ لَيَبْعَثَنَّ عَلَيْهِمْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ يَسُومُهُمْ سُوءَ الْعَذَابِ إِنَّ رَبَّكَ لَسَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya: “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan, bahwa sungguh, Dia akan mengirim orang-orang yang akan menimpakan azab yang seburuk-buruknya kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS Al-A’raf [7]: 167).

Pada ayat ini Allah memberitahukan bahwa Allah akan mengirim orang-orang yang akan menimakan azab terhadap kaum Yahudi. Azab ini seperti kehinaan dan kerendahan, termasuk pula kewajiban membayar jizyah (pajak).

Misalnya ketika Allah mengirimkan kepada mereka Nabi Sulaiman ‘Alaihis Salam. Kemudian Raja Bukhtanasshir yang membunuh dan menawan mereka serta menetapkan mereka untuk membayar pajak yang mereka serahkan kepada orang-orang Majusi.

Nabi Musa juga mengenakan pajak kepada mereka selama tujuh tahun. Ada juga pendapat yang mengatakan tiga belas tahun.

Kemudian orang-orang Yahudi itu berada di bawah penindasan raja-raja dari Yunani, Kasydani dan Kaldani. Selanjutnya mereka berada di bawah tekanan dan kekuasaan orang-orang Nasrani, serta pungutan jizyah dan pajak dari mereka.

Hingga diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang kemudian juga menetapkan pemungutan pajak dari mereka. Mereka senantiasa dalam kehinaan dan di bawah kekuasaan orang lain.

Mufassir menyebutkan, kata “ta-adzdzana” adalah berwazan “tafa’-‘ala” merupakan kata kerja dari “al-adzaanu” yang berarti memberitahukan. Ada juga yang memaknai sebagai memerintahkan. Sedangkan dalam hal kuatnya pembicaraan, kata ini dapat mengandung makna sumpah.

Oleh karena itu, kata tersebut diikuti oleh huruf lam dalam firman-Nya: layab’atsanna ‘alaihim (“Bahwa sesungguhnya Allah akan mengirimkan kepada mereka.”) Maksudnya, kepada orang-orang Yahudi.

“Sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka adzab yang seburuk-buruknya.” Yaitu disebabkan oleh kemaksiatan dan pelanggaran yang mereka lakukan terhadap perintah dan syari’at Allah, serta tipu muslihat mereka untuk dapat melakukan hal-hal yang dilarang.

Selanjutnya “inna rabbaka lasarii’ul ‘iqaab” (Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya). Yaitu bagi orang -orang yang berbuat maksiat kepada-Nya dan melanggar syari’at-Nya.

“Wa innahuu laghafuurur rahiim” (Dan sesungguhnya Dia adalah Mahapengampun lagi Maha Penyayang). Yaitu bagi orang-orang yang bertaubat dan kembali kepada-Nya. Dan ini termasuk dalam bab penyertaan antara rahmat dan siksaan, supaya tidak menimbulkan keputusasaan.

Oleh karena itu, Allah banyak menyandingkan antara targhib (pembangkitan harapan) dan tarhib (pembangkitan rasa takut), agar jiwa manusia ini tetap berada di antara rasa berharap dan rasa takut.

Kalaupun sekarang justru mereka orang-orang Yahudi yang menindas orang-orang Palestina, baik dari kalangan Muslimin maupun Kristiani. Mereka juga bahkan merampas harta kaum Muslimin. Itu bukan karena kekuatan mereka, tapi lebih pada kelemahan umat Islam yang kurang kompak, bersatu dan berjama’ah.

Kalau sudah muncul kekuatan berjama’ah itu, maka akan kembali mereka orang-orang Yahudi yang harus membayar jizyah.

Patut kita renungkan ayat pada surat Al-Isra berikut:

وَقَضَيۡنَآ إِلَىٰ بَنِىٓ إِسۡرَٲٓءِيلَ فِى ٱلۡكِتَـٰبِ لَتُفۡسِدُنَّ فِى ٱلۡأَرۡضِ مَرَّتَيۡنِ وَلَتَعۡلُنَّ عُلُوًّ۬ا ڪَبِيرً۬ا (٤) فَإِذَا جَآءَ وَعۡدُ أُولَٮٰهُمَا بَعَثۡنَا عَلَيۡڪُمۡ عِبَادً۬ا لَّنَآ أُوْلِى بَأۡسٍ۬ شَدِيدٍ۬ فَجَاسُواْ خِلَـٰلَ ٱلدِّيَارِ‌ۚ وَكَانَ وَعۡدً۬ا مَّفۡعُولاً۬

Artinya: “Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.” Maka apabila datang saat hukuman bagi [kejahatan] pertama dari kedua [kejahatan] itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana”. (QS Al-Isra [17]: 4-5).

Maka, sebenarnya ulah membabi buta pasukan Zionis Yahudi menjajah Palestina, upaya Yahudisasi di kawasan Al-Quds, menghalangi umat Muslimin beribadah shalat di rumah Allah, masjid. Itu semua hanyalah lolongan terakhir dari kepongahan mereka dan keingkarannya terhadap Allah.

Wallahu a’lam. (RS2/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Tags:

Related Posts

Comments are closed.