23 Negara Ramaikan IIBF 2017

Asma Nadia memberikan motivasi kepada pengunjung IIBF. (Foto: Panitia)

Jakarta, MINA – Sebanyak 23 negara ikut meramaikan Internasional Book Fair (IIBF) 2017 yang diselenggarakan pada 6-10 September 2017 di di Assembly Hall Jakarta Convention Center.

“Ada 17 negara dengan penerbitnya yang mengambil stand sendiri, sementara sejumlah penerbit dari beberapa negara bergabung jadi satu di booth Union Book,” kata Sektretaris IIBF, Melvi kepada Mi’raj News Agency (MINA) di Jakarta, Sabtu (9/8).

Melvi menjelaskan 17 negara sebagai peserta adalah Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, Taiwan, China, Korea, Jepang, Jerman, Perancis, Belanda, Bosnia, India, Mesir, Saudi Arabia dan Inggris.

“Sementara negara yang ikut sebagai buyer itu adalah Pakistan, Vietnam. Kalau yang unibook ada Amerika, dan Australia,” jelasnya.

Negara yang tergabung, kata Melvi yang juga mengurusi Bidang Pameran dalam Negeri di IKAPI, tidak hanya menjadi peserta, tetapi sebagian yang lain memiliki kepentingan sendiri di event IIBF ini. “Ada negara yang dia sengaja datang untuk kerja sama dengan IKAPI.”

Jumlah peserta dari tahun sebelumnya, menurut Melvi, mengalami peningkatan. Tahun 2016, hanya ada 15 negara yang ikut serta dalam acara yang diselenggarakan pertama kali pada 1980 itu.

“Kita menyediakan 122 stan, 80% dari dalam negeri, 20%nya dari luar negeri,” tambahnya.

Indonesia International Book Fair (IIBF) merupakan pameran buku dengan sejarah panjang. IKAPI memulai kegiatan ini  37 tahun lalu dan hingga kini tetap berlangdung sebagai peristiwa kebudayaan tahunan yang melibatkan aspek bisnis dan intelektualitas.

IIBF juga menjadi ajang menampilkan kekayaan dan perpaduan budaya, sarana promosi dan diplomasi budaya membuat Indonesia hadir dalam perhelatan seni budaya dunia, Europalia.

Direktorat Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menjadikan IIBF sebagai tempat untuk mengabarkan dan menampilkan karya-karya terbaik anak bangsa yang akan ditampilkan di ajang Europalia.

Sebagai peristiwa kebudayaan dan sebagaimana juga pameran buku di berbagai negara, IIBF juga menampilkan. produk-produk kebudayaan dan kreatif lain—musik, film, animasi, fashion, kuliner, dll—sedang dan akan terus dilibatkan dalam perhelatan ini.

Pameran buku, suatu saat, bisa saja  menjadi judul bagi pameran multiproduk kreatif., sehingg IIBF not just a book fair; it’s a book affair. (L/P3/RS1)

Tags:

Rate this article!

Related Posts

Comments are closed.