BDS Malaysia: Pemerintah Berperan Penting Boikot Produk Israel

Ketua BDS Malaysia. foto: Rifa/MINA

Shah Alam, Malaysia, MINA – Ketua Boycott, Divestment, Sanctions (BDS), Malaysia, Mohd Nazari Ismail, mengatakan, pemerintah di negara-negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel memiliki peran penting untuk membokot produk-produk Israel.

Hal tersebut disampaikannya saat menyampaikan materi di acara Conference on the Defence & Liberation of Al-Aqsa and Palestine di Shah Alam, Selangor, Malaysia, Selasa (10/10).

Ia mengatakan, pemerintah dengan kebijakan yang dimilikinya seharusnya mampu mengajak masyarakat untuk tidak membeli produk-produk Israel, karena jika pemerintahnya tidak peduli dengan BDS campaign, hal itu akan sia-sia.

“Saat ini tantangan tersebut sedang dihadapi oleh Malaysia, yakni masih ada asosiasi pemerintahan yang memiliki pandangan negatif terhadap BDS ini,” ujarnya.

Nazari mengatakan, meski terdapat negara-negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, tetapi masih banyak produk mereka seperti di bidang perindustrian masih terus masuk ke negara tersebut.

“Maka dari itu, pemerintah harus memainkan perannya untuk melancarkan BDS ini dengan tidak menerbitkan izin terhadap perusahaan Israel atau yang berafiliasi dengannya,” ujarnya.

Conference on the Defence & Liberation of Al-Aqsa and Palestine diselenggarakan oleh Asian Muslim Scholars (AMS) yang bekerja sama dengan Majelis Perunding Pertubuhan Islam Malaysia (MAPIM), Secretariat For Ulama’ Assembly of Asia (SHURA), Global People Welfare Organization of Malaysia (SEJAGAT) pada 9-10 Oktober.

Konferensi tersebut membahas beberapa topik, diantaranya membahas dukungan, perlawanan serta menekankan pentingnya jihad untuk memperjuangkan kemerdekaan wilayah Palestina dari pendudukan zionis.

Adapun beberapa pembicara dalam konferensi tersebut diantaranya Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Yakhsyallah Mansur, Ketua MAPIM Mohd Azmi Abdul Hamid, Ketua SHURA Syeikh Abdul Ghani Samsuddin, dan Al Quds Foundation Malaysia Syarif Amin Abushammala.

Peserta konferensi terdiri atas berbagai perwakilan dari berbagai negara diantaranya yakni Indonesia, Malaysia, Libanon, Iran, Turki, Thailand, Mesir dan Kamboja.

Dari Indonesia, delegasi yang hadir dalam konferensi tersebut diantaranya Aqsa Working Group (AWG), Syubban (Pemuda) Jama’ah Muslimin (Hizbullah), Forum Komunikasi Hizbullah, dan International Muslim Brotherhood. (L/R04/RA1/RS3-P1)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Tags:

Related Posts

Comments are closed.