Perancis Bantu Keluarga Rentan di Gaza

Keluarga di Gaza mendapat bantuan dari WFP (Foto: File)

Yerusalem, MINA – Bantuan dana sebesar 900.000 Euro dari Prancis telah memungkinkan Program Pangan Dunia untuk Wawasan Pangan Dunia (WFP) memberikan bantuan makanan dan dukungan gizi yang sangat dibutuhkan lebih dari 20.000 orang di Gaza selama tiga bulan. Demikian siaran pers WFP menyebutkan pada hari Selasa (14/11).

Kontribusi Prancis tersebut membantu WFP untuk menyediakan voucher elektronik (e-Sahtein) bantuan makanan untuk keluarga rentan di seluruh Gaza dalam kemitraan dengan Kementerian Pembangunan Sosial dan Komunitas Global, sebuah organisasi nonpemerintah internasional (LSM).

“WFP berterima kasih kepada Prancis atas dukungannya yang terus-menerus terhadap pekerjaan kami dan masyarakat Palestina selama ini,” kata Perwakilan WFP dan Direktur Negara di Palestina, Daniela Owen.

“Kemitraan kita yang kuat akan terus berperan dalam memenuhi kebutuhan pangan yang paling rentan, dan mencegah kemerosotan sosio-ekonomi karena kesulitan yang dihadapi masyarakat di sini tidak menunjukkan tanda-tanda mereda,” tambah Owen seperti dilaporkan WAFA yang dikutip MINA.

Kartu e-Sahtein digunakan seperti kartu debit di toko yang berpartisipasi dan dikreditkan dengan dana segar setiap pekannya. Kartu tersebut memberi keluarga kebebasan untuk membeli berbagai makanan bergizi, termasuk produk lokal segar seperti produk susu, telur dan minyak zaitun.

Kartu e-Sahtein juga menyediakan vitamin atau mineral penting yang diperlukan untuk pertumbuhan, perkembangan dan hidup sehat, yang sangat penting bagi orang-orang yang rentan seperti wanita hamil dan menyusui, anak-anak serta orang tua.

Dukungan Prancis juga memungkinkan WFP dan mitra LSM lokal Ard El Insan untuk melatih 5.700 orang yang menerima voucher (termasuk 3.200 perempuan) dalam praktik gizi terbaik. Program ini memiliki dampak positif jangka panjang dengan meningkatkan pengetahuan gizi dan makanan para peserta sambil mendorong kebiasaan memasak yang sehat.

“Sebagai bagian dari upaya Prancis untuk memperbaiki keamanan pangan masyarakat Palestina yang paling rentan, terutama di Gaza, kami senang memiliki WFP sebagai mitra kami,” kata Pierre Cochard, Konsul Jenderal Prancis di Yerusalem.

“Melalui model inovatifnya, bantuan voucher WFP memberi dampak nyata pada ekonomi lokal dan melindungi martabat populasi terbantu,” katanya pula.

Sejak bulan April, listrik padam yang berlangsung setiap harinya hingga 20 jam sangat mempengaruhi ketersediaan layanan penting seperti kesehatan, air dan sanitasi, dan telah merusak ekonomi rapuh Gaza.

Pemadaman listrik juga berdampak negatif pada lapangan kerja dan mata pencaharian dua juta orang di Gaza. Hal ini semakin memperparah konteks sosio-ekonomi yang sudah memburuk di tengah meningkatnya pengangguran (46 persen) dan diikuti dengan pengurangan gaji untuk puluhan ribu pegawai negeri dan keluarga mereka.

Bantuan voucher WFP juga meningkatkan ekonomi Palestina dan pemulihan Gaza, karena toko ritel lokal digunakan untuk membeli dan mendistribusikan komoditas pangan hasil produksi lokal. Sejak 2011, berkat dukungan Prancis dan mitra lainnya, WFP telah menyuntikkan lebih dari $ 70 juta dalam ekonomi Gaza menggunakan mekanisme transfer ini.

Sejak awal tahun, WFP memberikan bantuan makanan penting kepada hampir 250.000 orang miskin Palestina di Gaza, termasuk 90.000 melalui kupon makanan. Semua orang yang menerima dukungan ini hidup di bawah garis kemiskinan nasional dan hidup dengan kurang dari $ 3,20 per orang per hari.

Delapan tahun yang lalu, WFP pertama kali menggunakan sistem voucher di Timur Tengah di Palestina. Sejak saat itu, voucher telah digunakan oleh WFP di beberapa negara yang berbeda di seluruh wilayah untuk memberikan bantuan makanan kepada ratusan ribu orang sekaligus memberikan dorongan kepada ekonomi lokal. (T/B05/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)

Tags:

Related Posts

Comments are closed.