Erdogan Kecam Kesepakatan AS-Rusia tentang Suriah

Hurriyet Daily News

Ankara, MINA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan mengecam sebuah konsensus antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump mengenai Suriah yang menyatakan ‘tidak ada solusi militer yang mungkin’ di negara yang dilanda perang itu.

Erdogan menegaskan siapa pun yang tidak percaya pada solusi militer di Suriah harus menarik pasukan mereka keluar dari negara itu, Hurriyet Daily News melaporkan.

“Saya mengalami kesulitan memahami komentar-komentar tersebut. Jika solusi militer tidak sesuai, maka mereka yang mengatakan itu harus menarik pasukan mereka keluar,” kata Erdoğan kepada wartawan, Senin (13/14), sebelum berangkat ke Kota Sochi untuk bertemu dengan Putin.

“Jika metode militer bukanlah sebuah solusi, orang harus menerapkan metode politik dan menemukan cara menyelenggarakan pemilihan umum sesegera mungkin. Apakah metode seperti itu telah diterapkan dalam tujuh atau delapan tahun terakhir? Kita akan berbicara dengan Putin juga tentang ini. Kita adalah orang yang paling tahu kawasan ini. Ita adalah orang yang paling tahu apa yang telah terjadi selama 15 tahun terakhir,” ujar Erdogan.

“Jumlah orang yang dibunuh oleh militer pemerintah pusat Suriah kini telah mencapai satu juta,” kata Erdoğan, yang membuat referensi yang tidak biasa ke rezim Suriah, yang Ankara telah lama berpendapat tidak sah.

Ankara tidak pernah merestui AS untuk campur tangan di Irak untuk menggulingkan Saddam Hussein dan mendesak Washington untuk menemukan penyelesaian melalui cara-cara demokratis, tambahnya.

“Tapi mereka tidak mau mendengar. (Pemerintah) Obama juga mengatakan mereka tidak akan berada di Irak, tapi apakah mereka menarik diri? Mereka tidak melakukannya. Dunia ini tidak bodoh. Mereka berbicara dengan satu cara tapi bertindak sebaliknya, ” kata Erdogan.

Dia juga mengeluhkan langkah AS yang telah membentuk lima pangkalan militer di utara Suriah dan akan mendirikan pangkalan lain di Raqqa, selain delapan lainnya di wilayah tersebut. Rusia, sementara itu, memiliki lima pangkalan militer di Suriah, kata Erdogan.

“Apa itu bukan metode militer?” kata Erdogan.

Pada akhir pekan, dalam sebuah pernyataan bersama mengenai Suriah, Putin dan Trump setuju untuk ‘melanjutkan usaha bersama’ dalam memerangi ISIS sampai dikalahkan.

Mereka juga menegaskan komitmen terhadap kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas teritorial Suriah dan meminta semua pihak yang berkonflik di negara itu untuk berperan aktif dalam proses politik Jenewa.

Moskow dan Washington sepakat tidak ada solusi militer untuk konflik tersebut, menurut teks pernyataan bersama yang dipublikasikan di situs Kremlin.

Erdoğan menambahkan Turki ‘tidak bisa membiarkan serangan yang melintasi perbatasan dari Afrin, tempat elemen Unit Perlindungan Rakyat Kurdi Suriah (YPG) berada.

“Kami bertekad untuk mengambil langkah yang diperlukan,” tegasnya. (T/R11/RS3)

 

Miraj News Agency (MINA)

 

Tags:

Related Posts

Comments are closed.