Hindari Denda Tinggi, Pemilik Toko di Yerusalem Hancurkan Sendiri Tokonya

Bolduser Israel hancurkan toko Palestina di Yerusalem (Foto: File/Ma’an)

Yerusalem, MINA – Seorang pemilik toko Palestina pada hari Selasa (14/11) membongkar toko kecilnya di Silwan, sebuah wilayah di Yerusalem Timur. Pembongkaran itu dilakukan setelah pemerintah kota Israel mengancam akan menghancurkannya dengan dalih bangunannya tidak memiliki izin dan memaksanya untuk bayar biaya pembongkaran yang selangit, menurut Pusat Informasi Wadi Hilweh.

Pemerintah kota Israel menginformasikan kepada Amin Abbasi, dua pekan yang lalu bahwa jika dia tidak menghancurkan tokonya dalam tempo 30 hari, petugas Israel akan menghancurkannya dan memaksanya membayar biaya pembongkaran, yang biasanya tinggi.

Pusat Informasi Wadi Hilweh mencatat bahwa toko itu dibangun dua tahun lalu dan dibangun dengan kontruksi dari lempengan besi, demikian menurut laporan WAFA yang dikutip MINA.

Ini adalah pembongkaran struktur kedua di Silwan dalam waktu 48 jam terakhir setelah seorang warga Palestina membongkar bagian rumahnya di Silwan dengan alasan yang sama, setelah pemerintah Israel mengancam untuk menghancurkan rumah tersebut dan memaksanya untuk membayar biaya yang tidak masuk akal untuk pembongkaran tersebut.

Menurut organisasi sipil internasional dan Israel, orang-orang Palestina dipaksa untuk membangun properti mereka di Yerusalem Timur tanpa izin karena kotamadya Israel jarang mengeluarkan izin konstruksi kepada mereka.

Kesaksian yang dikumpulkan oleh Applied Research Institute – Jerusalem (ARIJ), juga menemukan prosedur untuk mengajukan izin bangunan yang dikeluarkan oleh Israel sangat berbelit, kadang-kadang membutuhkan waktu selama beberapa tahun, sementara biaya penerapannya bisa mencapai $ 80.000.

Sementara empat dari lima warga Palestina di Yerusalem Timur biasanya hidup di bawah garis kemiskinan, sehingga untuk mengajukan izin bangunan yang mahal hampir tidak mungkin. Ini yang menyebabkan hanya tujuh persen izin bangunan Yerusalem yang masuk ke lingkungan Palestina. (T/B05/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)

Tags:

Related Posts

Comments are closed.