Tak Ada Yang Dapat Mengubah Takdir Selain Doa

(foto: ukhtiindonesia.com)

Oleh Ali Farkhan Tsani, Redaktur Senior Kantor Berita MINA (Mi’raj News Agency)

Dalam sebuah hadits Nabi Shallallahu ’Alaih Wasallam disebutkan, bahwa tidak ada yang dapat menolak takdir atau ketentuan Allah, selain dari doa kepada Allah.

لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ

Artinya: “Tidak ada yang dapat menolak takdir ketentuan Allah selain doa. Dan tidak ada yang dapat menambah umur seseorang selain perbuatan baik.” (HR At-Tirmidzi).

Sungguh, betapa luar biasa dan dahsyatnya kedudukan doa bagi orang yang beriman kepada Allah.

Orang yang berdoa, berarti ia telah menyandarkan harapannya kepada Sang Maha Segalanya atas semua kedhaifan dirinya. Dengan doa pula berarti dia sedang memohon Kekuasaan-Nya atas segala permohonannya.

Hadits di atas bermakna menumbuhkan sikap optimis bagi mereka yang seolah sudah terjerumus ke dalam kemelut hidup, problematika dahsyat, dan ragam masalah yang buntu, dan seolah tak bertepi.

Sabda Nabi itu juga bisa menjadi kabar gembira bagi siapapun yang selama ini merasa hidupnya hanya diliputi dengan penderitaan dari hari ke hari.

Ibarat berjalan di terowongan gelap nan panjang lagi sempit. Di ujung sana masih ada harapan pintu keluar menuju dunia yang lebih terang.

Bagai awan gelap berarak di angkasa. Namun tak lama lagi, awan itu akan terdorong oleh angin lalu muncullah cahaya mentari yang diharapkan.

Cahaya di ujung terowongan, mentari dibalik awan tebal, itulah ibaratnya pengaruh doa.

Maka, janganlah sekali-kali kita sepelekan makna sebuah doa setelah shalat fardhu dan pada waktu-waktu mustajabah.

Karena memang ”Tidak ada yang dapat menolak takdir ketentuan Allah selain doa”. (A/RS2/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)

Tags:

Related Posts

Comments are closed.