Bakti Sosial Kesehatan di Kampung Bayam, Tanjung Priok

(Foto: Rana/MINA)

 

Jakarta, MINA – Gerakan Edukasi 111 bekerjasama dengan Rumah Sakit (RS) Budi Kemuliaan dan Majelis Kampung Bayam menggelar bakti sosial (baksos) kesehatan di Kampung Bayam, jalan danau Sunter Barat RT 10 RW 08, Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (12/1).

Ketua Gerakan Edukasi 111 Neno Warisman selaku penggagas kegiatan baksos menjelaskan, Kampung Bayam dipillih sebagai kampung pertama yang akan dibina sebagai kampung sehat dan beradab.

Kegiatan bakti sosial meliputi pemeriksaan kesehatan anak, ibu hamil, dan kesehatan dewasa (umum), serta penyuluhan kanker servik khusus wanita juga p HIV dan hepatitis. Selain itu, digelar juga program Hapus Tato Gratis dari komunitas Brani Hijrah Baik bagi 30 warga bertato dan ingin berhijrah di jalan Allah.

Bunda Neno berharap pelaksanaan kegiatan seperti ini dapat berkesinambungan dan berkelanjutan.

“Kami mengharapkan kegiatan baksos kesehatan dapat digelar rutin satu atau dua bulan sekali. Semoga Allah memudahkan setiap langkah kita dalam membangun masyarakat yang sejahtera dari tingkat keluarga dimulai dari kesehatan,” kata Bunda Neno kepada MINA.

Bunda Neno mengatakan, gerakan-gerakan religi seperti pengajian dan lainnya rutin digelar di kampung ini sejak enam bulan lalu.

Pelaksanaan kegiatan bakti sosial ini mendapat sambutan dan antusiasme dari warga Kampung Bayam. Ucapan terima kasih disampaikan perwakilan peserta bakti sosial kesehatan mewakili masyarakat Kampung Bayam, kepada para relawan dari Gerakan Edukasi 111 dan RS Budi Kemuliaan atas pelaksanaan bakti sosial ini.

Selain itu, Ketua RW 08 Ujang mewakili warga menyàmbut baik dan mengucapkan terima kasih kepada Bunda Neno dan para relawan yang membantu pelaksanaan baksos ini.

Kampung Bayam di Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, berdekatan dengan Taman Bersih Manusiawi Wibawa (BMW). Lokasi ini dirancang untuk pembangunan sebuah stadion olahraga yang bertaraf internasional di Kota Jakarta Utara oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Kampung yang dihuni lebih dari 2.500 jiwa ini berlokasi di sebuah gang sempit yang hanya selebar dua tiga meter. Di samping kanan dan kiri gang tersebut terlihat bangunan semi permanen.(L/R01/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Tags:

Related Posts

Comments are closed.