Naiknya Pajak dan Harga Penyebab Demonstrasi di Tunisia

Pasar tradisional di Tunis, ibu kota Tunisia. (Foto: theaussienomad.com)

 

Tunis, MINA – Kebijakan pemerintah Tunisia yang menaikkan nilai pajak dan meningkatnya harga berbagai kebutuhan dasar menjadi pemicu warga negara itu melakukan demonstrasi di berbagai kota yang dalam beberapa hari terakhir menjurus kepada kerusuhan.

Pada awal Januari, pemerintah menaikkan harga bahan pokok dalam upaya mengurangi defisit negara. Harga bensin, iuran rencana pensiun, dan pajak terhadap mobil, telepon, penggunaan internet dan akomodasi hotel.

Hingga malam ketiga demonstrasi, sedikitnya satu orang tewas dan pihak berwenang mengatakan telah menahan sekitar 600 orang yang terlibat dalam pencurian, penjarahan, pembakaran dan kekerasan dalam demonstrasi.

Militer dikerahkan ke beberapa kota karena sejumlah demosntran memblokir jalan, melempar batu dan melakukan pembakaran, termasuk membakar gedung markas keamanan nasional di Thala, dekat dengan perbatasan Aljazair.

Bentrokan antara demonstran dan pasukan keamanan telah terjadi di setidaknya 20 kota besar dan kecil, The Guardian melaporkan.

Khalifa Chibani, Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Tunisia mengatakan kepada kantor berita Tunisia TAP, setidaknya 58 anggota pasukan keamanan telah terluka dan 57 kendaraan polisi rusak.

Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan orang di ibu kota Tunis dan kota terdekat Tebourba.

Sebuah demonstrasi kecil dimulai pada hari Ahad, tapi kemudian meningkat pada hari Senin setelah satu demonstran terbunuh di Tebourba.

Polisi mengatakan bahwa mereka tidak membunuhnya. Korban diduga memiliki masalah pada pernafasan.

Dana Moneter Internasional (IMF) memberi Tunisia pinjaman senilai US$ 2,9 miliar pada tahun 2015. IMF sering menerapkan persyaratan pinjaman ke negara-negara penerima, seperti menurunkan defisit anggaran. (T/RI-1/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)

Tags:

Related Posts

Comments are closed.