Ratusan Pendeta Yahudi AS Desak Netanyahu Tak Hancurkan Desa Palestina

Rabi Yahudi (Wiki)

 

Washington DC, MINA – Lebih dari 300 pendeta Yahudi Amerika Serikat (AS) telah menulis surat kepada Perdana Menteri Benjamin Israel Benjamin Netanyahu, mendesaknya agar tidak melakukan pembongkaran hampir setengah dari bangunan-bangunan di sebuah desa Palestina.

Israel mengklaim bangunan-bangunan yang berlokasi di Desa Susya di Area C Tepi Barat tersebut tidak sah. Area C adalah wilayah Tepi Barat di bawah kendali penuh Israel.

“Warga Desa Susya, seperti warga lainnya di seluruh Area C Tepi Barat, telah secara konsisten mengajukan permohonan untuk izin mendirikan bangunan yang kemudian ditolak (Israel),” kata surat yang dikirim pada hari Selasa (9/1), demikian Times of Israel melaporkannya.

“Kami diajar di dalam Taurat bahwa hanya ada satu undang-undang untuk semua, namun para pemukim yang tinggal bersama Susya diizinkan untuk berpartisipasi dalam perencanaan dan pengembangan komunitas mereka sendiri.”

Surat yang ditandatangani 315 pendeta Yahudi dari keseluruhan aliran keagamaan, termasuk pendeta Ortodoks, Reformasi, Konservatif dan Rekonstruksionis, menurut J Street, kelompok kebijakan Timur Tengah liberal yang memprakarsai surat tersebut.

Menteri Pertahanan Israel Avigdor Liberman tahun lalu mengatakan, Israel berencana untuk menghancurkan Desa Susya, sebuah desa kecil di dekat Hebron, dan Khan Al-Ahmar, sebuah desa Badui di dekat permukiman ilegal Tepi Barat Ma’ale Adumim

Rencana itu seiring dengan upaya untuk menghancurkan Tepi Barat dengan membangun permukiman bagi pemukim Yahudi

Surat tersebut mengatakan, para pejabat Israel baru-baru ini memberi tahu pengadilan bahwa penghancuran pada 40 persen wilayah Desa Susya sudah dekat.

J Street dan lembaga afiliasinya, J Street U, meluncurkan kampanye tahun lalu untuk mencegah pembongkaran rumah warga Palestina.

Pada November lalu, sebanyak 10 senator yang memiliki kaukus dengan Demokrat, di antaranya empat orang Yahudi, menulis surat kepada Netanyahu yang mendesaknya agar tidak menghancurkan desa-desa Palestina sehingga Israel.

Tindakan itu dianggap tidak berwenang, hal itu akan membahayakan perundingan perdamaian kedua negara. (T/R01/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)

Tags:

Related Posts

Comments are closed.