Kemenpar Targetkan 5 Juta Wisatawan Muslim Mancanegara Tahun Ini

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal, Kemenpar. (dok.Sofyanhotel)

Jakarta, MINA – Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar), Riyanto Sofyan mengatakan, Kemenpar menargetkan lima juta wisatawan Muslim mancanegara tahun 2018 ini.

“Ada 120 juta wisatawan Muslim dari semua negara, kita targetnya secara umum totalnya wisatawan mancanegara ada 20 juta. Tetapi kita targetkan 25 persen dari 20 juta jadi 5 juta kita harapakan di tahun 2018 ini,” katanya kepada MINA di Jakarta Conventation Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (12/4).

Menurutnya, ekonomi syariah berkembang terutama sejak tiga tahun lebih Belakangan ini memang ada focus di masyarakat atau ekonomi syariah pada sektor ril yaitu makanan, minuman, pariwisata, fesion dan rekreasi.

“Tahun 2017 lalu ada 2,7 juta wisatawan Muslim mancanegara yang datang ke Indonesia. Kita bandingkan dengan Singapura sudah mencapai kunjungan 4 juta wisatawa Muslim yang datang ke negara pulau itu. Jadi saya fikir potensi dan prospek wisatawan muslim, sangat baik dan tentu kita harus siapkan semua yang dibutuhkan oleh para wisatawan Muslim,” ujarnya.

Untuk itu, ia menambahkan, masih perlu dilakukan beberapa hal, seperti  sertifikasi halal untuk restoran, produk-produk, misalnya hotel menyediakan sabunnya halal, samponya juga halal.

“Untuk wisatawan Muslim mungkin bukan pantai yang di Bali yang kita sajikan, sekarang ini ada pantai terpisah antara perempuan dan laki-laki di Banyuwangi, di halal beth. Nah mungkin hal-hal yang seperti itu kita siapkan dalam menyongsong wisatawan Muslim,” tambahnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, banyak negara mayoritas non-Muslim sudah menyaber pasar wisata Indonesia, sebab wisata Muslim itu kisarannya hampir sama dengan wisata yang ke Cina sekitar 120 juta.

“Kalau misalnya itu (tempat wisata Muslim) tidak Indonesia garap otomatis negara lain yang non-Muslim tidak akan menggarap pasar itu. Jadi saya fikir kita Indonesia yang memang sudah secara alami dari sananya sudah halal life style, kenapa kita tidak manfaatkan pengembangan wisata Muslim,” ujarnya. (L/R10/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Tags:

Related Posts

Comments are closed.